Minggu, 31 Januari 2010

Perbankan Syariah Lebih Tahan Uji

Jakarta, (29/01). Gejolak ekonomi di akhir 2008 mengukuhkan lembaga keuangan syariah, perbankan syariah khususnya, sebagai lembaga ekonomi yang tahan uji terhadap krisis ekonomi. Goncangan krisis keuangan yang berawal dari Amerika tak membuat goyah pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan syariah.

Melihat kasus perbankan syariah di Indonesia, berdasarkan data lima tahun terakhir tingkat pertumbuhan perbankan syariah terus mengalami kenaikan. Meskipun dilanda krisis keuangan, perbankan syariah tetap mengalami pertumbuhan. Selama masa krisis berlangsung, perbankan syariah masih membukukan pertumbuhan di atas 30 persen.

Menurut Ramzi A Zuhdi, Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, pada tahun 2009 asset perbankan syariah tumbuh sebesar 33,4 persen. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa perbankan syariah cukup tahan uji. Mengingat pada tahun-tahu terakhir ini telah terjadi gejolak ekonomi, yaitu terjadinya krisis keuangan dunia.

“Industri perbankan syariah cukup tahan krisis. Terbukti, saat ini perbankan syariah masih tetap tumbuh,” ujar Ramzi dalam seminar Evaluasi Perbankan Syariah Nasional Pasca UU Perbankan Syariah dan Akselerasi 2010 yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS di Gedung DPR-RI, Rabu (27/01/2010).

Data lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhan perbankan syariah berkisar di angka 34 persen. Pada tahun 2009 pertumbuhan aset bank syariah mencapai 33,4 persen. Meskipun turun dibanding tahun 2008, yaitu 35,6 persen, namun masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Tercatat secara keseluruhan asset perbankan syariah sebesar Rp 68 triliun dan memiliki market share sebesar 2,45 persen dalam perbankan nasional.

Pertumbuhan perbankan syariah ini diperkirakan akan terus mengalami peningkatan pada tahun 2010. Pasalnya, menyusul berdirinya BUS BRI Syariah, Bukopin Syariah dan Panin Syariah pada tahun 2009, pada tahun 2010 akan berdiri empat BUS dan 1 UUS baru, yaitu: BNI Syariah, BCA Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, dan Victoria Syariah, serta UUS Maybank.[r]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar