Selasa, 02 Februari 2010

Asbisindo Kecewa Hasil Amandemen UU Pajak

Jakarta, (02/02). Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) kecewa terhadap hasil amandemen Undang-Undang Pajak terbaru, dimana dalam amandemen UU tersebut tetap menerapkan pajak PPN Murabahah yang selama ini ditolak oleh pelaku perbankan syariah. Dengan demikiaan, adanya regulasi tersebut akan menyulitkan perbankan syariah untuk berkembang dengan pesat.


Ketua Asbisindo, A. Riawan Amin dalam acara gathering dengan wartawan di gedung BNI 46, Selasa (2/2), mengatakan dalam amandemen UU Pajak membernarkan pandangan dari sisi perbankan syariah, bahwa transaksi jual beli adalah termasuk transaksi keuangan dan perbankan yang dikecualikan dari kewajiban pajak. “Jadi ini bukan hitam putih. Jika dari dulu pun kalau melihat dari sisi kami, bukan seperti ini (dikenai pajak). Kami sedih jika di amandemen sudah dilakukan, tapi paradigma belum berubah (pajak PPN Murabahah masih diterapkan),”terang Riawan Amin.

Dengan adanya penerapan pajak tersebut, Riawan Amin menyakini akan membuat bankrut bank syariah, sebab 80% transaksi bank syariah merupakan Murabahah. Selain itu dia juga mengatakan prestasi bank syariah di tahun 2010 bisa minus 5 persen.

Jika ini terjadi, bisa berdampak pada kemunduran program Bank Indonesia yang mengejar akselerasi bank syariah mencapai 5 persen. Kemudian para investor luar negeri akan tidak tertarik melakukan investasi di lembaga keuangan syariah di Indonesia.

“Ini yang tak enak sekali bagi lembaga keuangan syariah Indonesia, populasi muslim banyak tapi pasarnya minus,”paparnya.

Untuk meyikapi hasil amandemen UU tersebut, Asbisindo sudah membentuk komite khusus terkait dengan revisi UU Pajak. Dengan adanya tim khusus tersebut, Riawan Amin berharap perjuangan bank syariah agar pajak Murabahah hilang bisa terwujud. (Agus Y www.pkesinteraktif.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar