Kamis, 11 Februari 2010

Bank Melli Iran Klaim Jadi Bank Syariah Terbesar


TEHERAN--Bank Melli Iran (BMI) mengklaim menjadi bank terbesar di Iran dan di seluruh dunia Islam dengan total aset sekitar 54 miliar dolar AS. Pihak Bank Melli Iran juga menampik adanya laporan bahwa bank tersebut mengalami kebangkrutan.

Head of financial department Bank Melli Iran, Hojatollah Ghasemi, mengatakan pihaknya tak memiliki utang ke bank sentral dan tak memiliki penundaan pembayaran terhadap komitmen internasional. Setelah Kementerian Keuangan Iran melarang penarikan di atas 150 juta rial (15 ribu dolar AS) per hari terdapat rumor yang beredar bahwa dua bank BUMN yaitu Melli dan Mellat berada dalam ujung kebangkrutan.

Tahun 1928 menjadi titik perubahan bagi sejarah perekonomian dan perbankan Iran. Setelah industri perbankan Iran didominasi asing hampir 40 tahun lamanya, BMI pun muncul sebagai bank komersial Iran pertama di negara itu. Dengan berdirinya BMI dan dihentikannya izin bank asing di Iran, maka perbankan nasional Iran mulai meraih momentumnya dengan turut serta memperkuat struktur perekonomian dan pengembangan pertanian, industri dan perdagangan Iran.

BMI yang telah berpengalaman di dunia perbankan selama 82 tahun inipun cukup terkenal di komunitas internasional. BMI membuka kantor cabang luar negeri pertamanya di Hamburg, Jerman pada 1965. Sejak itulah kemudian BMI berkembang menjadi lembaga keuangan terkemuka dengan jaringan luar negeri yang berkembang cukup cepat. Hingga saat ini BMI memiliki 16 kantor cabang di luar negeri, diantaranya di Abu Dhabi, Dubai, Paris, Baghdad, Moskow dan Hong Kong. Dengan lebih dari 43 ribu staf dan 3300 kantor cabang yang tersebar di Iran dan di luar negeri membuat BMI memberikan kontribusi cukup besar bagi perekonomian Iran.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Asian Banker pada September 2009 menunjukkan 100 bank syariah teratas di dunia mengalami peningkatan aset 66 persen tahun lalu dengan total aset lebih dari 580 miliar dolar AS, dari 350 miliar dolar AS di 2007. Berdasar laporan tersebut Bank Melli Iran berada di peringkat teratas Asian Banker dari sisi aset, sementara bank asal Arab Saudi yaitu Al Rajhi Bank berada di tempat kedua. Bank-bank Iran masih menjadi yang dominan dalam industri perbankan syariah. Setidaknya tujuh bank diantaranya berada dalam peringkat 10 teratas dan 12 bank di antara 100 bank. Sementara empat pasar perbankan syariah besar lainnya, yakni Uni Emirat Arab, Malaysia, Arab Saudi dan Kuwait masing-masing memiliki jumlah aset hampir sama satu sama lain. Total bank syariah di empat pasar tersebut memiliki porsi 40 persen dari daftar peringkat aset.

Di laporan peringkat Asian Banker disebutkan aset keuangan Islam sebagian besar terkonsentrasi di Iran, Kuwait, Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Namun secara keseluruhan industri perbankan syariah di seluruh dunia turut mendorong peningkatan aset industri global, terutama Al Rajhi Bank yang asetnya tumbuh 32,1 persen. Sementara bank-bank di Bahrain, Malaysia, Kuwait, Qatar, Suriah, dan Inggris juga mengalami pertumbuhan aset dua hingga tiga digit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar