Selasa, 02 Februari 2010

Laba Bank Syariah Melesat 83%


Jakarta - Kinerja Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) sepanjang tahun 2009 cukup mengkilap dengan pertumbuhan laba mencapai 83%.

Jika pada tahun 2008 laba bank syariah hanya mencapai Rp 432 miliar, maka per Desember 2009 laba bank syariah sudah menembus Rp 791 miliar.

Demikian data Statistik Perbankan Syariah yang dikutip detikFinance dari situs Bank Indonesia, Selasa (2/2/2010).

Sementara minat masyarakat menyimpan dananya di bank syariah semakin besar. Hal itu terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di BUS dan UUS yang mencapai 41,18% selama tahun 2009.

Jika pada Desember 2008 DPK di bank syariah nasional hanya Rp 36,852 triliun, maka pada Desember 2009 angkanya sudah melonjak menjadi Rp 52,271 triliun.

Sisi pembiayaan pun memperlihatkan geliat yang cukup signifikan di tengah himpitan krisis global. Pertumbuhan pembiayaan bank syariah selama tahun 2009 mencapai Rp 22,75% atau dari Rp 38,195 triliun di 2008 menjadi Rp 46,886 triliun di 2009.

Rincian pemberian kredit adalah modal kerja (48,8%), investasi (21,2%), dan konsumsi (30%). Pembiayaan untuk UKM mengambil porsi terbesar.

Namun kenaikan pembiayaan itu juga diiringi dengan kenaikan kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) dari 3,95% di 2008 menjadi 4,01% di 2009.

Jumlah tenaga kerja di sektor perbankan syariah pun terus mengalami peningkatan. Untuk Bank Umum Syariah, jumlah pekerja mencapai 10.348 orang pada 2009, meningkat dari tahun 2008 yang hanya 6.609 orang.

Di UUS, pekerjanya mencapai 2.296 orang pada 2009, turun dibanding tahun 2008 yang mencapai 2.562 orang. Sementara untuk BPR Syariah meningkat dari 2.581 orang di 2008 menjadi 2.799 orang di 2009.

Secara total, BUS di Indonesia mencapai 6 BUS, 25 UUS dan 139 BPR Syariah selama 2009. (qom/dnl)
Nurul Qomariyah - detikFinance



Tidak ada komentar:

Posting Komentar