Senin, 15 Maret 2010

ENTREPRENEURSHIP VALUES AND BUSINESS STRATEGY IN THE PERSPECTIVE OF SURAH QURAISY

(SEBUAH PENDEKATAN BARU TAFSIR EKONOMI AYAT AL-QUR’AN)
Menelaah nilai-nilai dan strategi bisnis dengan pendekatan tafsir Al-quran?? Suatu hal yang menarik dan unik bukan?? Mungkin inilah salah satu alasan Wahid Al-Faizin, Ketua Progres Tahun 2008-2009, dapat memenangkan LKTEI TEMILNAS tahun ini. Ilmu ini kembali beliau bagikan di kajian Intermediate hari Jumat, 12 Maret kemarin. Inilah sekilas ringkassannya.

Tantangan terbesar untuk negara indonesia saat ini adalah dengan kemunculan AC-FTA sehingga neraca perdagangan Indonesia dengan Negara asean dan banyak mengalami deficit. Menurut David McClelland suatu Negara bisa dikatakan makmur jika minimal 2% penduduknya jadi entrepreneur, akan tetapi jumlah entrepreneur di Indonesia hanya 0,18% (400ribu dari 220 juta penduduk). Dan menurut joseph A. schumpter sumber kemakmuran Negara terletak dalam jiwa entrepreneurship para pelaku ekonomi yang mengarsiteki pembangunan. Maka dari itu untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya di perlukan pemahaman yang mendalam tentang ayat2 yang terkandung dalam alqur’an sehingga segala sesuatu yang umat manusia (entrepreneuership) itu laksanakan tidak keluar dari ajaran yang telah di syariatkan oleh allah dan rasulnya.

Menurut penulis (abdul wahid pemenang juara 1 LKTEI Medan) secara garis besar surah quraisy menerangkan kebiasaan orang quraisy yang melakukan perjalanan niaga ke Negara-negara di luar Makkah seperti yaman dan syiria. Menurut al-zuhaily (1998) suku quraisy adalah kabilah-kabilah yang masih dalam garis keturunan nadlar bin kinanah yang merupakan salah satu kakek nabi Muhammad dan suku quraisy secara turun temurun menjadi pengelola ka’bah dan penguasa makkah.

Keahlian manajerial dan kepemimpinan rasulullah harus kita ikuti yang salah satunya adalah mengembala kambing ketika beliau masih kecil dimana beliau telah memulai bisnisnya sejak usia 17 tahun hingga menjelang menerima wahyu (sekitar usia 37 thn). Karena keberhasilan memerlukan proses maka setiap orang harus dibekali soft skill terutama dalam hal entrepreneurship perlu diberikan sejak dini.

• بقوله : { فَلْيَعْبُدُواْ } أمرهم أن يعبدوه لأجل إيلافهم قال الزمحشري في الكشاف: { لإيلاف قُرَيْشٍ } متعلق

Ayat ini mengajarkan adanya keseimbangan (Balance) antara bisnis dan ibadah. Sebuah bisnis harus menjadi pendukung bagi kelancaran ibadah atau bahkan mampu memberikan kontribusi besar bagi dakwah.

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah 1) bahwa perekonomian Indonesia membutuhkan peran seorang entrepreneur yang mampu mengelola SDA menjadi produk dengan added value yang tinggi. 2) umat islam perlu mempelajari nilai-nilai entrepreneurship yang ada di alqur’an dan alhadist. Umat islam juga perlu mencontoh the great entrepreneur Muhammad SAW dalam menjalankan bisnisnya. 3) surah quraisy banyak mengajarkan tentang entrepreneurship serta strategi yang dubutuhkan dalam bisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar