Jumat, 05 Maret 2010

Pemerintah Terbitkan Sukuk Dana Haji Rp. 3,342 triliun

JAKARTA--Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)seri SDHI 2012 A melalui penempatan Dana Haji dan Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola oleh Departemen Agama pada SBSN dengan metode private placement.

”Nominal penerbitan SBSN ini Rp3,342 triliun dengan tenor 2 tahun,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto, Rabu (3/3).
primaironline

Menurut Rahmat Imbalan fixed coupon yang ditetapkan sebesar 7,61 persen per tahun. Pembayaran Imbalan Tanggal 3 setiap bulan dengan Ketentuan Perdagangan Non-tradable. Akad SBSN yang dipakai yakni Ijarah Al-Khadamat dan Underlying Assets berupa Jasa (Service).

Kepemilikan dana terdiri dari Dana Abadi Umat sebesar Rp 447 miliar dan dana haji sebesar Rp 2,895 triliun yang akan jatuh tempo pada 3 Maret 2012.

Penempatan dana ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Nota Kesepahaman antara Menteri Keuangan dan Menteri Agama pada tanggal 22 April 2009 mengenai Mekanisme Penempatan Dana Haji dan Dana Abadi Umat pada SBSN dengan Metode Private Placement.

Rahmat mengatakan penerbitan ini merupakan kali ke tiga diterbitkan oleh pemerintah, dimana sebelumnya telah diterbitkan SBSN eri SDHI 2010 A sebagai penempatan tahap pertama pada 7 Mei 2009 dan seri SDHI 2010 B pada 24 Juni 2009 dan SDHI 2010 C.

Sebelumnya, pada 22 April 200 terdapat MoU antara Menteri Agama dengan Menteri Keuangan mengenai penempatan dana haji dan dana abadi umat. Penyimpanannya diarahkan ke instrumen SBSN karena dinilai lebih aman dan di jamin penuh oleh pemerintah dibandingkan perbankan.

Menteri Agama waktu itu Maftuh Basyuni mengatak Penyimpanan dalam deposito bukannya tidak bermanfaat namun tidak terjamin 100% keamanannya, pasalnya yang memperoleh jaminan hanya sebesar Rp.2 miliar. Selain itu, kemungkinan dana yang berada di bank hanya dimanfaatkan oleh pemilik modal besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar