Jumat, 12 Maret 2010

Prospek Asuransi Syariah Tetap Cerah

JAKARTA-–Industri asuransi syariah masih memiliki prospek cukup cerah di tahun ini. Meski adanya penerapan PSAK 108 yang mengharuskan pemisahan dana tabarru dan dana perusahaan, namun industri tersebut akan tetap stabil.


Hal yang harus menjadi perhatian adalah perlunya sinergi antara sesama pelaku dalam menyosialisasikan asuransi syariah. Pengamat ekonomi syariah, Agustianto, mengatakan prospek asuransi syariah masih cerah karena besarnya potensi pasar ini menilik dari pangsa pasarnya yang berada di kisaran dua persen. ''Untuk lebih mengembangkan asuransi syariah banyak aspek yang perlu diperhatikan, seperti misalnya promosi dan edukasi kepada masyarakat. Ini menjadi tantangan karena potensinya yang cukup besar,'' katanya di Jakarta, Kamis (11/3).


Menurutnya, perlu ada sinergi dari seluruh asuransi syariah untuk mempromosikan industri tersebut. Sinergi sosialisasi pun hendaknya tak hanya dilakukan oleh beberapa asuransi syariah saja, tetapi juga mencakup keseluruhan pelaku yang berjumlah sekitar 40 buah ini.


Dia menuturkan, sebenarnya asuransi syariah yang berukuran kecil juga memiliki produk beragam. Sayangnya, karena promosi kurang kuat maka hal tersebut tak banyak diketahui masyarakat. ''Untuk itu saya menyarankan ada kebijakan manajemen lebih serius untuk mengembangkan unit syariah, jadi tidak hanya sekedar ada dan mengikuti tren,'' cetusnya.


Mengenai penerapan PSAK 108, lanjut dia, hal tersebut memang harus dilakukan dalam menerapkan kepatuhan syariah. Namun, penerapan PSAK tersebut tak akan berdampak terlalu signifikan bagi asuransi syariah. Dengan adanya komitmen kuat dari operator asuransi syariah ini, setidaknya industri tersebut dapat tumbuh antara 25 persen-30 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar