Kamis, 15 April 2010

Kajian Intermediate 1 April

Pembicara : Fiqh Apriadi (Ketua Bidang Kastrat Progres 2009-2010)

Kamis, 1 April 2010 16.30

Kajian ini dimulai dengan Mars KSEI yang berjudul `Ekonom Robbani'. Mars ini membuka kajian Intermediate sore hari dan cukup membangkitkan semangat para pejuang ekonomi Islam yang hadir pada kajian sore ini.

Sistem ekonomi konvensional mempunyai istilah pajak, retibusi, dan instrumen lainnya. Sedangakn ekonomi Islam mempunyai sistem zakat, kharaj, jizyah, dan instrumen lainnya. Dalam ekonomi Islam, sumber dan objek penyalurannya jelas, sehingga terstruktur dengan baik, sedangkan dalam konteks ekonomi konvensional sumber dan objeknya kurang jelas, sehingga tidak jelas pula pendistribusiannya.

Salah satu permasalahan keuangan publik konvensional adalah sumber dan pengeluarannya tidak jelas, pajak berpihak kepada orang kaya yang meminimalisir pajak bekerjasama dengan konsultan pajak. Pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak pertambahan nilai yang ada di produk yang kita beli ada beban pajak dari orang-orang kaya.

Kelebihan keuangan public Islam adalah adanya efek multiplier zakat untuk orang miskin dan keuangan publiknya mempunyai sistem yang lebih efektif, sedangkan pajak kurang jelas objek penyalurannya.

Filosofi Zakat adalah bersyukur, kita mengeluarkan zakat sebagai bentuk syukur. Sumber-sumber zakat modern : berbagai macam profesi. Indonesia mempunyai potensi zakat yang besar, jika dikelola dengan baik, maka program-program pemerintah dapat digratiskan seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya

Zakat memberi efek multiplier, karena orang miskin yang mendapat zakat konsumsinya akan bertambah, produsen diuntungkan dan jika produsen berzakat, maka akan terjadi circular flow yang sama lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar