Sabtu, 17 April 2010

Kajian Intermediate 15 April 2010


FIAT MONEY IN ISLAMIC PERSPECTIVE

Kajian kali ini dibawakan langsung oleh kakak tercinta kita, ustadz Abdul Wachid Al-Faizin. Menurut beliau, perekonomian tanpa uang itu akan stagnan bagaikan tubuh tanpa darah, karena perbankan merupakan tempat lalu lintas perekonomian uang yang paling cepat, maka dari itu yang pertama kali didirikan adalah bank syariah, bukan asuransi dan lain-lain.
Menurutnya, jika bank syariah masih memakai uang kertas sebagai acuan perekonomiannya, maka perbankan tersebut masih termasuk perbankan ribawi. Masih terasa sulit untuk mengaplikasikan full bodied money yang bebas dari riba sementara perekonomian Indonesia masih memakai fiat money yang masih mengandung riba di dalamnya.
Dinar/dirham itu merupakan mata uang yang pernah dipakai oleh pemerintahan. Barang-barang ribawi adalah barang yang berpotensi menjadi riba jika tidak memenuhi syarat. Illat barang ribawi ada 2:
 1)at-tho’mu (makanan) seperti beras, gandum, kacang-kacangan dll.
 2) an-naqdu (uang) emas dan perak

            Menurut beliau juga time value of money itu sebenarnya tidak haram. Yang diharamkan adalah ketika time value of money diaplikasikan pada turunannya yaitu bunga pada pinjaman dan lain-lain. Karena secara tidak langsung ekonomi syariah juga menetapkan time value of money pada tiap pembelian yang dibayar secara kredit. Penerapan kelebihan pembayaran ketika membayar secara kredit membuktikan bahwa ekonomi syariah juga mengakui adanya time value of money. Bagaimana dengan pendapat anda..??

2 komentar:

  1. good,,tapi pas kajian da beberapa hal yang janggal,,biesa didiskusikan lebih lanjut?

    BalasHapus
  2. tanya langsung ma pembicaranya saja.. heheh :D

    BalasHapus