Kamis, 20 Mei 2010

Pertumbuhan Bank Syariah di Purwokerto Mengesankan

PURWOKERTO--Pertumbuhan bank syariah di wilayah eks Karesidenan Banyumas, ternyata cukup mengesankan. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah bank, total aset, dan berbagai indikator pertumbuhannya selama 2 tahun terakhir.

Pimpinan Bank Indonesia Purwokerto, Dudi Herawadi, menyebutkan jumlah perbankan syariah sejak tahun 2008 hingga 2010 cukup mengesankan. Menurutnya, bila pada tahun 2008 hanya ada satu bank syariah, maka pada tahun 2010 ini telah menjadi 3 kantor cabang bank syariah di Purwokerto. ''Untuk BPR syariah juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan,'' katanya, Kamis (20/5).

Untuk bank umum syariah, menurut Dudi, hingga saat ini sudah ada empat kantor cabang yang didirikan di Purwokerto, yakni Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan Bank Mega Syariah. Soal perkembangannya, dia menyebutkan, data pertumbuhan yang dimiliki BI Purwokerto saat ini baru tercatat hingga akhir 2009. ''Untuk data tahun 2010, datanya sudah ada namun belum bisa dilaporkan karena pihak BI saat ini sedang melakukan migrasi model sistem pelaporan,'' jelasnya.

Namun berdasarkan data tahun 2009, dia menyebutkan, angka pertumbuhan bank syariah di eks Karesidenan Banyumas yang menjadi wilayah pengawasan BI Purwokerto, menunjukkan data menggembiarakan. Contohnya, dalam hal aset. Dudi menyebutkan, bila total aset perbankan syariah pada akhir tahun 2008 tercatat hanya Rp 258,89 miliar, maka pada akhir tahun 2009 mengalami pertumbuhan hingga dua kali lipatnya menjadi Rp 342,69 miliar.

Sementara untuk dana pihak ketiga, bila pada akhir tahun 2008 hanya tercatat Rp 174,84 miliar maka pada tahun 2009 meningkat hingga Rp 207,38 miliar. ''Ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah eks Karesidenan Banyumas, cukup apresiatif dengan keberadaan bank syariah. Buktinya, kepercayaan mereka untuk menyimpan uangnya di bank syariah juga makin besar,'' katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar