Selasa, 19 Oktober 2010

Buletin Edisi 56

MENYAMBUT “TAMU AGUNG”

SITI FATIMAH ZAHRA*

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, alhamdulillah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan mulia yang penuh kebaikan yang senantiasa kita nantikan.
Bulan Ramadhan ibarat “tamu” yang mengunjungi kaum muslimin setiap tahun. Layaknya bagi seorang tamu, berbagai macam persiapan dilakukan oleh tuan rumah untuk menyambutnya, mulai dari hal-hal yang bersifat materi sampai non materi. Akan tetapi, kebanyakan kaum muslimin terjebak dalam penyambutan yang tidak layak bagi “tamu agung” ini, yang tidak memberikan nilai tambah bagi tuan rumah; seperti menyiapkan berbagai macam makanan yang lezat, dan mengagendakan acara-acara yang tidak patut dan kuran sopan untuk suatu penyambutan.
Berapa banyak hamba Allah yang merindukan datangnya bulan yang penuh berkah ini, tapi taqdir Allah berkehendak lain. Dan berapa banyak hamba Allah yang dipertemukan dengan bulan ini tapi tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.
Seyogyanya bagi seorang muslim untuk tidak meremehkan musim-musim ketaatan, dan hendaknya ia berlomba untuk meraih keberkahannya, dan menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut dengan mengantongi gelar orang yang bertaqwa.
Wahai saudaraku yang beriman! Bersemangatlah untuk menyambut bulan Ramadhan dengan cara-car yang benar seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, alhamdulillah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan mulia yang penuh kebaikan yang senantiasa kita nantikan.
Bulan Ramadhan ibarat “tamu” yang mengunjungi kaum muslimin setiap tahun. Layaknya bagi seorang tamu, berbagai macam persiapan dilakukan oleh tuan rumah untuk menyambutnya, mulai dari hal-hal yang bersifat materi sampai non materi. Akan tetapi, kebanyakan kaum muslimin terjebak dalam penyambutan yang tidak layak bagi “tamu agung” ini, yang tidak memberikan nilai tambah bagi tuan rumah; seperti menyiapkan berbagai macam makanan yang lezat, dan mengagendakan acara-acara yang tidak patut dan kuran sopan untuk suatu penyambutan.
Berapa banyak hamba Allah yang merindukan datangnya bulan yang penuh berkah ini, tapi taqdir Allah berkehendak lain. Dan berapa banyak hamba Allah yang dipertemukan dengan bulan ini tapi tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.
Seyogyanya bagi seorang muslim untuk tidak meremehkan musim-musim ketaatan, dan hendaknya ia berlomba untuk meraih keberkahannya, dan menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut dengan mengantongi gelar orang yang bertaqwa.
Wahai saudaraku yang beriman! Bersemangatlah untuk menyambut bulan Ramadhan dengan cara-car yang benar seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Berikut ini adalah beberapa kiat untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan:
1. Berdo'a
Supaya Allah SWT memperpanjang umur kita hingga bulan Ramadhan dan kita berada dalam keadaan sehat wal'afiyat , sehingga bersemangat dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti puasa, shalat malam dan berdzikir. Sebagaimana telah diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya dia berkata : “ Bahwa nabi Muhammad SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau berkata :
اللهم بارك لنا في رجب و شعبان وبارك لنا في رمضان (رواه احمد)
“ Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan berkahilah kami di bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)
Hal ini juga telah dilakukan oleh orang-orang shaleh, mereka berdo'a kepada Allah agar mereka dipertemukan dengan bulan Ramadhan, kemudian berdo'a  supaya amal-amal mereka diterima Allah SWT.
2. Memuji dan bersyukur karena dipertemukan dengan bulan Ramadhan.
Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Adzkar : “ketahuilah bahwa dianjurkan bagi orang yang dianugerahkan nikmat, atau terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, untuk bersujud sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atau memujiNya sesuai dengan kebesarannya”
Salah satu nikmat Allah yang terbesar bagi hamba-Nya adalah diberikan taufik untuk berbuat ketaatan dan ibadah. Maka dengan datangnya bulan Ramadhan kepada seorang muslim dan dia dalam keadaan sehat, maka itu merupakan nikmat yang sangat besar, yang layak disyukuri dan memuji Allah Yang Maha Pemberi nikmat kepada semua hamba-Nya.
3. Bergembira dan merasa senang.
Diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya atas kedatangan bulan Ramadhan, dengan sabdanya : “ Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya, pintu-pintu surga terbuka, ditutupnya pintu-pintu neraka jahim, setan-setan dibelenggu, pada bulan tersebut suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan (Lailatul Qadar), barang siapa yang tidak bisa meraih kebaikan malam tersebut maka ia telah merugi.” (HR. Ahmad)
Para sahabat Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya, mereka memberikan perhatian yang besar terhadap bulan Ramadhan, mereka bergembira dengan kedatangannya, dan kegembiraan manakah yang lebih besar daripada kabar dekatnya bulan Ramadhan? Yang merupakan musim ketaatan, dan turunnya berbagai macam rahmat.
4. Tekad yang kuat dan perencanaan yang matang untuk memanfaatkan bulan Ramadhan.
Kita sangat menyayangkan kebanyakan orang, merencanakan dengan detail dan matang untuk urusan dunianya, akan tetapi sedikit sekali yang melakukan perencanaan untuk urusan akhiratnya. Semua ini adalah akibat dari tidak adanya kesadaran akan misi seorang mukmin dalam kehidupan ini dan melupakan atau pura-pura lupa bahwa seorang muslim mempunyai banyak kesempatan bersama Allah, dan mempunyai waktu-waktu yang sangat berharga untuk menggembleng jiwanya agar selalu konsisten di atas ketaatan.
5. Membulatkan tekad yang benar untuk mengisi waktu-waktu di bulan Ramadhan dengan amal-amal shaleh.
Bulan yang penuh dengan kelipatgandaan pahalanya seharusnya menjadi ladang kita untuk senantiasa melaksanakan amal shaleh. Tetapi itu semua mengharuskan adanya niatan kuat dari masing-masing individunya. Dengan tekad yang kuat, Allah akan senantiasa memberikan jalan terbaik untuk hambaNYa.
6. Mengetahui dan memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa Ramadhan.
Kewajiban setiap muslim untuk menyembah Allah berlandaskan ilmu, tidak akan ditoleransi kebodohan terhadap ibadah atau apa saja yang telah diwajibkan oleh Allah atas hamba-Nya, seperti halnya puasa Ramadhan, maka selayaknya bagi seorang muslim untuk mempelajari permasalahan dan hukum puasa sebelum datang waktunya, agar puasanya benar dan diterima di sisi Allah SWT.
“maka tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui” (QS Al-Anbiya': 7)
7. Hendaknya kita menyambut bulan Ramadhan disertai tekad yang kuat untuk meninggalkan dosa-dosa dan hal-hal yang negatif.
Bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang penuh ampunanNya. Meskipun syaithon telah dipenjarakan selama bulan ini, untuk melawan hawa nafsu pun kita sebagai manusia seringkali lemah. Oleh karena itu dibutuhkan tekad yang kuat untuk menjauhi segala hal negatif agar segala ibadah kita dapat bernilai sempurna di hadapan Allah.
8. Mengkondisikan jiwa dan pikiran
Dengan cara membaca, menelaah buku-buku yang menjelaskan keutamaan dan hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa, sehingga jiwa benar-benar siap untuk melakukan ketaatan pada bulan tersebut. Rasulullah selalu menyiapkan jiwa para sahabatnya untuk mempergunakan sebaik-baiknya bulan ini, baliau bersabda di setiap penghujung bulan sya'ban “telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah…..”
9. Menyambut bulan Ramadhan dengan membuka lembaran baru bersama :
·Allah SWT, dengan bertaubat yang sebenar-benarnya.
·Rasulullah SAW, dengan mentaati apa-apa yang diperintahkannya, menjauhi semua larangannya.
·Kedua orangtua, kerabat dan sanak saudara, dengan berbuat baik dengan menyambung silaturahim.
·Bersama masyarakat tempat kita berdomisili, sehingga kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah bersabda : “ orang yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Thabrani)
Itulah beberapa kiat untuk menghadapi tamu agung yang selalu datang setiap tahun, maka sudah selayaknya bagi setiap orang yang mengaku beriman untuk menyambut bulan Ramadhan ini seperti tanah yang kering dan tandus yang mengharapkan turunnya air dari langit, seperti orang yang sakit mengharapkan datangnya seorang dokter, dan ibarat seseorang yang menanti kedatangan orang yang dicintainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar