Kamis, 13 Januari 2011

Educational Trip PROGRES To BAZNAS, BMI and DSN

Perkembangan literatur dan aplikasi Ekonomi Islam dalam kehidupan bermasyarakat menjadi suatu kajian ilmu yang penting untuk ditelaah secara komprehensif. PROGRES sebagai salah satu kelompok studi yang concern dalam bidang Ekonomi Islam tentu berkewajiban untuk menggali sumber keilmuan secara langsung kepada ahlinya. Adanya perbedaan dari segi teoritis di mana sehari-hari telah dipelajari dalam masa perkuliahan, dengan tataran implementasi menjadi latar belakang utama diadakannya “Educational Trip PROGRES”.


Untuk memfasilitasi anggota-anggota PROGRES dengan keilmuan yang semakin berkembang pesat, kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan para pengurus PROGRES. Dan tepatnya pada hari Rabu 05 Januari 2011 kemarin, sekitar 38 mahasiswa yang terdiri dari kepengurusan PROGRES masa amanah 2009-2010 di bawah Hilman Fauzi Nugraha dan kepengurusan yang baru di bawah Faqih Afriadi berangkat bersilaturahmi menuju tiga lembaga penting pemeran sentral ekonomi Islam di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Kunjungan pertama ke BAZNAS disambut langsung oleh Pak Teten direktur pelaksana, Pak Fuad sebagai sekretaris dan Bu Hermin bagian penghimpunan. Dalam diskusinya pada awalnya mereka menyampaikan atribut struktural lembaga seperti profile, visi misi, maupun struktur organisasi dari BAZNAS tersebut. Setelahnya lanjut kepada praktik BAZNAS sebagai badan amil zakat nasional yang mengoordinir seluruh lembaga amil zakat maupun badan amil zakat lainnya. Jadi seluruh lembaga zakat masih ada titik koordinasi dengan BAZNAS sendiri.

Tidak jauh berbeda dengan BMI, PROGRES disambut dengan hangat oleh para bankir-bankir syariah tersebut. Disambut oleh Pak Iman Ni’matullah divisi pembiayaan, beliau menjelaskan dengan menarik dan energik mengenai profil BMI serta prestasi-prestasi yang telah dicapai BMI selama ini. Diskusi ini cepat mencair dikarenakan ternyata Pak Iman merupakan salah satu keluarga besar FoSSEI, mantan Presidium Nasional pada masa mudanya.

Menjelang dzuhur, PROGRES langsung menuju DSN-MUI. Setibanya di sana teman-teman PROGRES telah ditunggu oleh ulama Indonesia ini. Kami disambut oleh Pak Ikhwan Abidin, Pak Fathurrahman, Pak Kani dan Pak Sanrego. Pak Sanrego yang merupakan salah satu dosen STEI TAZKIA juga aktif sebagai badan pengurus harian DSN. Diskusi bersama DSN membahas cara penetapan fatwa-fatwa syariah, praktik dan fungsi DSN di negara Timur Tengah. Penetapan fatwa-fatwa syariah di Indonesia secara mayoritas merupakan permintaan dari pihak yang berkepentingan sendiri. Mereka memaprkan praktik DSN di Timur Tengah berbeda dengan di Indonesia karena kebanyakan hanya mengambil satu pendapat Mufti sebagai pengambil keputusan. 

Kunjungan studi ini diharapkan dapat semakin memompa semangat para Progreshollic (julukan para teman-teman Progres) untuk selalu aktif dalam menggali ilmu ekonomi Islam. Di akhir kunjungan studi ini, para Progreshollic menyempatkan untuk berjalan-jalan di kota tua untuk semakin memperkuat ukhuwwah antara pengurus baru dan lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar