Kamis, 06 Januari 2011

Kajian Intermediate 06-01-2011

Kajian Intermediate perdana yang dilaksanakan pada kepengurusan 2010-2011 ini bertempatkan di theater room STEI Tazkia dengan sebagai pembicaran Ibu Rochmania Ayunanda, M.Si.Acc salah seorang dosen akuntansi di Tazkia. Kajian dihadiri oleh sekitar 40 orang anggota Progres holic.
Dengan telah mendunianya globalisasi, dan berartipula semakin maraknya perdagangan bebas antar negara, maka pada kajian kali ini mengangkat tema "Globalisasi dan Keselarasan Akuntansi".

"Globalisasi adalah Proses hubungan saling ketergantungan antara pasar dan bisnis. Aktivitas ekonomi ditandai bukan hanya antar Negara, tapi pelaku ekonomi itu sendiri dapat masuk ke negara lain. Adanya perdagangan internasional dan bebasnya pelaku ekonomi masuk ke Negara lain, menyebabkan adanya deregulasi perdagangan internasional, yaitu penghapusan pajak atas perdagangan yang dilakukan pada antar Negara yang bersangkutan dan adanya liberalisasi sektor keuangan (contoh : banyaknya bank luar negri di Indonesia).
Keselarasan standar akuntansi sudah berlangsung selama 26 tahun oleh IASB (International Accounting Standard Board), yaitu standar akuntansi yang dibuat oleh UK. Standar akuntansi tidak terlepasnya dari 2 negara yang menjadi acuan atas standar akuntansi internasional, yaitu; United Kingdom dan United of Stated. Amerika sendiri sudah membuat standar akuntansi; FASB (financing Accounting Standart Board) selama 30 tahun lamanya. Karena saling terkaitnya standar akuntansi dua Negara tersebut, maka IASB sendiri tidak bisa diadopsi tanpa persetujuan FASB.
Karena keberlangsungan yang cukup lama tersebut, maka sulit bagi keduanya untuk melepaskan prinsip masing-masing untuk dijadikan sebagai standar international secara global. Akhirnya, demi mewujudkan keselarasan dalam akuntansi international dibuatlah suatu standar baru, yaitu IFRS. IFRS (International Financial Reporting Standars) adalah, standar akuntansi international yang menggunakan prinsip-prinsip gabungan dari prinsip kedua standar akuntansi tersebut.
Ada tiga keuntungan yang didapat dari keselarasan akuntansi. Pertama, laporan keuangan yang seragam. Maksudnya, setiap perusahaan dari negara yang berbeda dengan standar laporan keuangan masing-masing Negara yang kegiatannya sudah meng-global dapat dengan mudah membuat laporan keuangan. Kedua, menguntungkan bagi setiap negara miskin yang belum memiliki standar akuntansi, sehingga negara miskin yang belum membuat atau memiliki standar akuntansi sendiri dapat mengacu pada satu standar akuntansi, yaitu IFRS".

Semoga pada kajian-kajian berikutnya, basic maupun intermediate, anggota progres holic yang hadir dan mengikuti kajian akan semakin bertambah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar