Selasa, 11 Januari 2011

Peluang Pembiayaan Mikro Ibarat Merebut “Gadis Cantik”

Jakarta, ( 10/1).  Bukan hanya bank konvensional saja yang melirik pembiayan mikro, bank syariah juga saat ini getol—membiayai sektor mikro.  Hampir semua bank syariah mendirikan kantor-kantornya di jantung komunitas mikro. Mereka adalah Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Mega Syariah (BMS), BNI Syariah,Bank Bukopin Syariah dan BRISyariah. Khusus pembiayan mikro, plaffon mereka diatas 50 persen dibandingkan dengan pembiayaan lainya. Pengamat keuangan mikro yang juga mantan Direktur BMT Centre, Noer Azis menyebutkan bahwa peluang pembiayaan mikro ibarat merebut “gadis cantik”.

Ia mengatakan demikian karena saat ini disegmen mikro banyak menjadi rebutan antara bank, BPR/BPRS dan koperasi/BMT. Bahkan di tahun 2011 menurutnya akan semakin banyak pelaku keuangan yang mengembangkan modalnya di mikro.

Sementara, Direktur Utama BRISyariah, Ventje Raharjo, mengungkapkan, untuk mengembangkan bisnis di mikro BRISyariah terus mencari model yang tepat untuk menggarap mikro. Saat ini mereka telah menemukan cara kerjanya dengan model pemasaran direct  dengan segmentasi di perdagangan.

“Maka dari itu di tahun 2011 BRISyariah di pasar-pasar dll,”akunya.

Untuk mempercepat penyaluran pembiayaan mikro diseluruh masyarakat, BRISyariah bekerjasama dengan bank induknya yaitu BRI dengan  membuka kantor-kantor pelayanan dan sekaligus menjualkan produk BRISyariah di jaringan  BRI. Seperti produk tabunagn dan deposito.

Sedangkan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi, tak takut dengan banyaknya perbankan melakukan pembiayaan di mikro. Menurutnya itu akan lebih baik dan menumbuhkan harapan besar bagi pengembangan sektor riil khususnya UMKM.

Semakin banyak pelaku perbankan di mikro, nantinya akan membuat segmentasi tersendiri-sendiri dan itu sangat bagus bagi pengembangan bisnis. (Agus Y]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar