Senin, 31 Oktober 2011

Krisis Global Versus Ekonomi Islam????!!!!

Pada hari Kamis lalu, tepatnya pada tanggal 27 Oktober 2011 Progres mengadakan kajian yang bertemakan Krisis Global versus Ekonomi Islam. Kajian ini diawali dengan video Ariawan Amin, seorang tamatan S1 NYTW. Beliau mengambil S3 di UIN jurusan  Ekonomi Syariah. Menjabat sebagai Dirut Bank Muamalat Indonesia sejak periode 1999-2009. Lalu, tidak selesai pengalamannya, beliau menjadi ketua ASBISINDO sampai saat ini. Pada tahun 2005, mendapat penghargaan praktisi perbankan syariah terbaik lalu mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia dikarenakan Bank Muamalat bisa survive dari krisis moneter 1998.
Kemudian dilanjutkan dengan kajian yang dibawakan oleh Anita Priantina, Ketua program Studi Ilmu Ekonomi Islam. Diawali dengan pertanyaan apakah sistem ekonomi Islam dapat menyebabkan krisis global?
Kita bermula dengan kejadian kisis globabl beberapa tahun silam, yaitu tepatnya pada September 2008, bank investasi keempat terbesar di Amerika Serikat (AS) Lehman Brothers tidak mampu bertahan akibat hantaman krisis keuangan. Bangkrutnya bank tersebut berimbas pada menurunnya kepercayaan konsumen AS yang kemudian menjalar pada perekonomian global. Krisis AS ini dikarenakan derivative debt dan tidak benarnya sistem perbankan saat itu yang menggunakan KPR pada penduduk yang tidak layak diberikan.
Krisis lanjutan ini boleh dibilang lebih gawat dari krisis 2007/2008. Waktu itu, yang kolaps adalah lembaga-lembaga keuangan yang merembet ke beberapa sektor riil. Beberapa langkah yang ditempuh, di antaranya melakukan merger dan akuisisi, likuidasi, dan bailout.
Banyak perusahaan AS yang mengalami penurunan rating, bahkan perusahaan-perusahaan besar yang mendapaat rating AAA menjadi AA+. Sehingga para investor banyak yang menarik sahamnya dan mulai melirik pasar modal Asia.
Kemudian munculnya  Krisis Eropa, tepatnya di Yunani. Ini karena pemerintah Yunani memiliki utang hampir USD400 miliar atau sekira 158 persen dari produk domestik brutonya sehingga berpotensi memasuki kebangkrutan ekonomi.
Ekonomi Yunani yang terus merosot dan para pembayar pajak melakukan aksi mogok membuat kepercayaan publik terhadap perekonomian negara itu hancur. Turunnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Yunani juga terlihat dari tingkat suku bunga obligasi yang jauh di atas rata-rata negara Uni Eropa lainnya. Bisa jadi Yunani merupakan Lehman Brothers berikutnya.
Islam memang tidak memperbolehkan adanya derivative debt (transaksi turunan) dan dengan yakin jika sistem Islam ditegakkan dalam perekonomian suatu Negara tidak akan ada yang namanya krisis moneter dan itu semua tergantung oleh para pelaku kegiatan tersebut, karena Allah telah mengatur semuanya dengan sempurna. Maka, jadilah ekonom robbani. ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!
materi kajiannya bisa didonlot disiniiii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar