Sabtu, 19 November 2011

Konsep Pengelolaan Keuangan Menurut Jafar Al Dimasyki

Progres kembali mengadakan kajian rutin setelah seminggu penuh mahasiswa STEI TAZKIA berkutat dengan soal-soal UTS.
Kali ini Progres mengadakan tema “Konsep Pengelolaan Keuangan Menurut Jafar Al Dimasyki” yang dikupas oleh Bapak Nurizal.
Kajian ini dibagi dalam 4 pembahasan penting, yaitu  bagaimana proses pengelolaan keuangan, hakikat harta, pembagian harta, dan sebab mendapatkan harta.
Proses pengelolaan keuangan dalam konvensional dapat kita bagi menjadi 4, yaitu Wealth Creation (Mendapatkan Harta), Wealth Accumulation (Akumulasi Kekayaan), Wealth Protection (Penjagaan Harta), dan Wealth Distribution (Pendistribusian Harta). Sedangkan dalam pengelolaan keuangan syariah, selain empat hal di atas ada hal lain lagi, yaitu Wealth Purification (Pemurnian Harta) yang berupa zakat.
Harta dalam kamus Bahasa Arab ialah kecondongan, kecendrungan atau tertarik. Hakikat harta adalah barang yang dapat disimpan, digunakan, dan dapat memenuhi kebutuhan.
Kemudian, Pembagian Harta menurut Jafar Al Dimasyki ada 4 bagian, yaitu :
1. Barang yang nyata sebagai harta, contoh : emas, perak, uang, dll.
2. Barang yang bermanfaat terbagi 2, yaitu :
- Barang yang bermanfaat, umum
- Barang yang bermanfaat selain emas, perak, seperti besi, kayu, dll.
3. Barang yang tidak bisa bergerak, terbagi 2 :
- Bangunan, seperti rumah, hotel, dll.
- Tanah, kebun, sawah, dll.
4. Barang yang tidak bisa bergerak, terbagi 2 :
- Budak, baik laki-laki maupun perempuan
- Binatang
- Binatang berkaki 4

Sebab-sebab mendapatkan harta ialah dengan bekerja ataupun mendapatkan warisan. Kajian diakhiri dengan sesi tanya jawab. Walaupun diguyur hujan lebat selama kajian, bahkan mati lampu, semangat dalam meraih ilmu tetap membuncah dari para peserta kajian.
EKONOM RABBANI, BISA!!! ^.^//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar