Senin, 05 Desember 2011

Strategi Konkrit Mahasiswa 2012 Membumikan Ekonomi Islam



Pada tanggal 1 Desember 2011 kemarin, Progres mengadakan kajian mingguan yang berjudul  “STRATEGI KONKRIT MAHASISWA 2012 MEMBUMIKAN EKONOMI ISLAM”. Narasumber kali ini yaitu perwakilan-perwakilan KSEI se-Bogor. Yaitu, Rahmat Nugraha (KSEI SES-C IPB), Mamat Ma’turidi (KSEI DIROSAH, SAHID), dan Novian Fahmi (KSEI SCIED, UIKA). Kajian kali ini menceritakan  bagaimana sejarah perjuangan terbentuknya KSEI-KSEI yang terjadi di kampus IPB, UIKA, dan SAHID.  


Rahmat Nugraha (KSEI SES-C) menceritakan KSEI IPB berawal dari ide-ide mahasiswa yang ingin membentuk sebuah kelompok studi ekonomi Islam pada tahun 2002. KSEI ini terbentuk berawal dari beberapa orang yang suka ngaji bareng, akhirnya membentuk BSO (Badan Semi Otonom) ekonomi Islam. Nama organisasi tersebut SES-C. Perjalanan dan sepak terjang SES-C di kampus yaitu diantaranya Mengangkat isu kepada kampus untuk menggunakan auto debet syariah dalam rangka membumikan ekonomi Islam, Kampanye ATM Syariah, dll. Di IPB ada 2 lembaga dakwah kampus SES-C dan FORMASI (semacam Rohis kampus).
Mamad Ma’turidi (KSEI DIROSAH (Dakwah Insan Rabbani Sahid)) memaparkan bahwa DIROSAH lahir dari kesadaran akan kebutuhan untuk mempelajari dan mengkaji tentang ekonomi Islam. Terbentuknya DIROSAH di prakarsai oleh 5 orang(Mamad Ma’turidi, Fajriah, Jenal, Muhtarudin, Nina Handayana). Upaya-upaya yang dilakukan DIROSAH untuk membumikan ekonomi Islam yaitu berupaya untuk membekali pengetahuan tentang ekonomi islam khususnya di kalangan kampus, Menjalin ukuwah antar kampus se-JABODETABEK, dll. Kendala yang dihadapi antara lain letak geografis yang trepencil dan kampus yang masih baru, sehingga mahasiswanya masih sedikit.
Novian Fahmi (SCIED (Student Committee For Islamic Economic) UIKA memaparkan awal terbentuknya SCIED yaitu Program Studi Ekonomi Islam belum tergarap dengan baik, sehingga alumni-alumninya kurang mengusai ilmu ekonomi Islam. Berawal dari 2010 dimulai perjuangan untuk membangun KSEI. Sebelumnya organisasi ini adalah organisasi ilegal yang tidak disetujui oleh banyak dosen, diusir dari ruangan kelas saat mengadakan kajian, jumlah perserta kajian yang dapat dihitung jari,  Tanggal 25 Mei 2010 KSEI SCIED disahkanlah menjadi sebuah organisasi kajian Ekonomi Islam. SCIED merupakan satu-satunya pergerakan di kampus yang concern pada EI, namun Kendalanya Ekonomi Islam belum mendapatkan tempat khusus di kalangan mahasiswa.
SCIED memaparkan Solusi Konkrit pergerakan :
o    Maping interna organisasi dengan SWOT
o    Maping eksternal organisasi
o    Membuat visi dan misi yang jelas dan terstruktur
o    Blueprint organisasi pergerakan yang ideal dan efektif
o    Membentuk atau mencari SDM yang bagus
o    Manajemen organisasi yang baik
o    Memperjuat legalitas
o    Propaganda trestruktur untuk perekrutan massa
o    Akomodasi aspirasi
o    Membangun jaringan seluas-luasnya
o    Kemandirian finansial
o    Cerdas menangkap peluang
o    Inovasi yang berkesinambungan
o    Update organisasi secara periodik
o    Kaderisasi

Lalu Reza Muhammad (KSEI Progres) juga memaparkan bahwa KSEI Progres sendiri masih dalam tahap perkembangan (middle). KSEI yang akan menjelang usia ke 8 ini juga telah mendapatkan prestasi yang lumayan banyak. Progres pun juga mempunyai target yang harus dicapai dalam setiap kajian, yaitu Memberikan maslahat (sesuatu yang bermanfaat, ilmiah, aplikatif), Memberikan nilai tambah, dan Memberikan sebuah keyakinan bahwa dengan kita mengikuti ekonomi islam, ada semangat untuk memperjuangkan Ekonomi Islam.




Sesi tanya jawab :
1)      Untuk IPB: apa rahasiannya IPB sehingga banyak mahasiswanya yang berpenampilan Islami? Padahal IPB bukan merupakan kampus Islami.
= tingkat awal diasramakan dan program-programnya yang mendukung berkembangnya agama Islam, ada mata pelajaran agama Islam dan ada juga halaqah, TPB, mentoring. Dan program-program IPB ada beberapa yang menjurus pada ajaran Islam. Akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.
2)      Untuk Sahid: sejauh mana komitnen mahasiswa untuk Ekonomi Islam?
= Karena disana banyak pesantren, jadi pendidikan agama di sana sudah cukup baik, semangat dalam ikut kajian dimanapun kajian itu diadakan. Dan juga moto untuk membumikan ekonomi islam.
3)      Bagaimana solusi untuk memecahkan kendala-kendala yang ada dalam membangun dan menjalankan kegiatan organisasinya?
= terkait prodi sudah ada, tapi belum tergarap dengan baik, jadi konsen kampus belum banyak ke Ekonomi Islam, tetapi ke tarbiyah, PAI, dll. Wilayah manajemen kampusnya sudah memberikan masukan. Silabus dan SDM yang sebenarnya menjadi kendala. Ingin membuat lokakarya mengenai Ekonomi Islam, agar dapat meningkatkan SDM dalam bidang Ekonomi Islam.
4)      Bagaimana sistem kaderisasi di SES-C? Dan bagaimana perjuangan awal berdirinya DIROSAH? Program apa yang telah, sedang, dan akan dijalankan di SCIED?
= baru bisa masuk SES-C di tingkat ke-2. Program kaderisasi dimulai pada tahun ke-2. Sistem kaderisasinya harus ikut SGD (Small Group Discussion). Tingkat 2 baru jadi pengurus.
Walaupun jurusannya Ekonomi Islam, tapi tidak ada yang bisa berkontribusi dalam organisasi ini. Selalu ingat kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul kHairat). Bagaimana caranya kita sebagai pejuang ekonom rabbani harus rajin ikut kajian, ikut acara SET, dan FoSSEI.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar