Senin, 12 Maret 2012

Character Building of Islamic Humanity Resources


Ketua Progres periode 2011-2012 membuktikan dirinya pada tanggal 8 Maret 2012 sebagai pembicara pada Kajian Intermediate kali ini.  Reza Muhammad membawakan tema kajian “Character Building of Islamic Humanity Resources. Dengan pemandu acara Abu Umamah Munir.
Hampir kurang lebih selama sepuluh tahun ini Industri keuangan dan bisnis Islam mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Hal ini terbukti dengan semakin meningkatanya jumlah BUS, kemudian dengan banyaknya institusi pendidikan berjenjang yang membuka konsentrasi mengenai Ekonomi Syariah mulai dari SMA hingga PTN / PTS. Menurut data yang dilansir oleh Koran harian KOMPAS pada tanggal 01 Maret 2012 jumlah SDM yang dibutuhkan oleh Industri Keuangan syariah khususnya di perbankan syariah adalah 140ribu.
Jumlah ini sangat fantastis, tapi apa yang kurang atau salah dalam hal ini ??
Menurut data yang dilansir oleh majalah Sharing berdasarkan data dari DpBS, tidak kurang hampir 90% SDM yang ada di perbankan syariah adalah Individu yang awalnya dari Bank Konvensional yang kemudian mengikuti training. Dan 70% diantaranya tidak mengerti akad secara komprehensif sesuai dengan level pekerjaan mereka. Minimnya pendidikan selevel SMA yang memperkenalkan atau memasukan Ekonomi Syariah dalam kurikulum. Semakin banyaknya Moral Hazzard yang dilakukan oleh individu tersebut sehingga menimbulakn efek domino.
 Dengan keadaan seperti itu maka ada sebuah analisis yang menggunakan Human Development Index, Corruption Perseption Index. Tetpai disini penulis ingin menambahkan satu indikator lagi melalui Maqhasid Syariah. Hal ini penting sekali karena bersama kita ketahui SDM yang saat ini berada dalam industri keuangan syariah kebanyakan tidak mempunyai latar belakang tentang ekonomi syariah.
Dengan dimasukanya Maqhasid Index ini bisa memfilterisasi dan sebagai alat indikator bagi perusahaan yang bergerak dalam keuangan dan bisnis syariah lebih baik dalam perekrutan SDM, sehingga bukan hanya intelektual secara ilmu saja tetapi memiliki akhlaq dan moral yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
HDI atau Indeks pembangunan manusia adalah indikator keberhasilan didalam membangun kualitas hidup manusia. Penilaian IPM ini berdasarkan tiga aspek yang diamati yakni, angka harapan hidup, pencapaian pendidikan, dan kemampuan daya beli (income Per kapita) Sedangkan CPI atau indeks persepsi korupsi adalah sebuah instrumen pengukuran tingkat korupsi kota-kota di seluruh Indonesia yang dikembangkan oleh Transparency International Indonesia. IPK Indonesia merupakan hasil survei kuantitatif terhadap pelaku bisnis. Rentang indeks IPK Indonesia adalah 0 sampai dengan 10, 0 berarti dipersepsikan sangat korup, 10 sangat bersih.
Pentingnya penilaian dari HDI atau pun ICP ini adalah guna mengetahui sejauh mana kualitas Human Resources di suatu negara dalam rangka membangun tatanan kehidupa dalam skala ekonomi, sosial, agama. Interpretasi tersebut menjadi sebuah acuan bagi negara dalam rangka berbenah.
Senada dengan indikator itu juga menunjukan, bukan hanya di sektor keuangan syariah saja SDM belum memiliki kapabilitas yang ideal tetapi diluar ranah keuangan syariah pun masih banyak yang mengalami penurunan. Yang tentunya menjadi PR besar bagi pemerintah.
Jika hal ini tidak segera diantisipasi dengan respon yang cepat, maka kebutuhan akan SDM sebesar 140 ribu di awal tadi hanya akan menjadi sebuah goresan belaka. Yang selanjutnya akan diisi oleh individu yang tidak memiliki basic tentang industri keuangan syariah secara baik dan komprehensif.
Sebagai mahasiswa yang telah menggoreskan tinta pendidikannya di ekonomi syariah, tentunya ini juga merupakan hal yang menjadi tantangan bagi kita semua. Tidak harus menjadi seseorang yang bekerja di bidang perbankan syariah yang menjadi incaran banyak ekonom syariah, justru dengan bergerak dalam bidang pendidikan, pemerintahan, kita dapat bergerak lebih fleksibel lagi dalam memperjuangkan ekonom robbani.
SEMANGAT!!!
EKONOM ROBBANI ; BISA!!!!!!!!!!!
PROGRES ; CERIA!!!!!!!!!!!!!!!

Kajian Progres [08032012]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar