Senin, 12 Maret 2012

“Pemasaran Perbankan Islam”


Hey, sudah lama tak bersua. Kali ini pada tanggal 23 Februari 2012, edisi kajian special. Kenapa? Karena Progres mengundang pembicara dari luar, yaitu Ka Dedi Isman yang merupakan Koordinator Regional Fossei Jabodetabek. Beliau yang merupakan mahasiswa tingkat akhir dari UMJ. Beliau membawakan tema “Pemasaran Perbankan Islam”. Kajian kali ini dipandu oleh Ka Rosihan Anwar yang sangat atraktif.
Ka dedi dalam kajiannya menekankan pada tiga hal, yaitu empat karakter yang harus dimiliki marketer syariah, etika yang harus dimiliki oleh pemasaran, dan penjelasan mengenai marketing mix marketing syariah.
      Empat karakteristik marketing Syariah, yang dapat menjadi panduan bagi para marketer adalah sebagai berikut : teistis (rabbaniyyah), etis (akhlaqiyah), realistis (al-waqiah), dan humanistis (insaniyyah)
Dalam Islam terdapat sembilan macam etika(akhlak) yang harus dimiliki seorang tenaga pemasaran, yaitu memiliki kepribadian spiritual (taqwa), berkepribadian baik dan simpatik (shiddiq), berlaku adil dalam berbisnis (al-'adl), melayani nasabah dengan rendah hati (khitmah), selalu menepati janji dan tidak curang (tahfif), jujur dan terpercaya (amanah), tidak suka berburuk sangka, tidak suka menjelek-jelekkan, dan tidak melakukan suap (riswah).
Seperti yang kita ketahui, bahwa marketing mix yang dipelajari dalam manajemen ialah, product, price, place, dan promotion. Ka Dedi menambahkannya menjadi tujuh, yaitu people, process, dan physichal evidence.
Product à Ciri khas jasa yang dihasilkan haruslah mengacu kepada nilai-nilai syariah atau yang diperbolehkan dalam Al-quran, namun agar bisa lebih menarik minat konsumen terhadap jasa perbankan yang dihasilkan, maka produk tersebut harus tetap melakukan strategi “differensiasi” atau “diversifikasi” agar mereka mau beralih dan mulai menggunakan jasa Perbankan Syariah.
Price à Ketika jasa yang dihasilkan oleh Perbankan Syariah mampu memberikan sebuah nilai tambah (keuntungan) lebih dari Perbankan Konvensional pada saat ini, artinya harga yang ditawarkan oleh Perbankan Syariah tersebut mampu bersaing bahkan berhasil mengungguli Perbankan Konvensional.
Place (Tempat atau Saluran Distribusi) à Menyebarkan unit pelayanan perbankan syariah hingga kepelosok daerah adalah sebuah keharusan jika ingin melakukan penetrasi pasar dengan baik. Dibutuhkan modal yang tidak sedikit memang jika harus dilakukan secara serentak atau bersamaan. Paling tidak dibutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap atau bisa juga dengan melakukan sistem kerjasama (partnership) dengan unit-unit pelayanan sejenis agar jasa yang ditawarkan dengan berbasiskan syariah tersebut bisa sampai dan menyebar hingga kepelosok-pelosok daerah di Indonesia.
Promotion à Kurangnya sosialiasi atau promosi yang dilakukan oleh Perbankan Syariah bisa menjadi salah satu penyebab lambannya perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia pada saat ini. Diperlukan biaya yang tidak sedikit memang untuk melakukan kegiatan promosi atau sejenisnya.
People à Menempatkan SDM pada tempat yang sesuai dengan kapasitasnya (the right man on the right place), memang memerlukan sebuah strategi manajemen SDM yang cukup baik, karena jika strategi yang diimplementasikan keliru, maka akan berakibat fatal terhadap tingkat kepuasan pelanggan secara jangka panjang.
Process à Dalam PerbankanSyariah, bagaimana proses atau mekanisme, mulai dari melakukan penawaran produk hingga proses menangani keluhan pelanggan Perbankan Syariah yang efektif dan efisien,perlu dikembangkan dan ditingkatkan.
Physichal evidence à Cara dan bentuk pelayanan kepada nasabah Perbankan Syariah ini juga merupakan bukti nyata yang seharusnya bisa dirasakan atau dianggap sebagai bukti fisik (phisical evidence) bagi para nasabahnya, yang suatu hari nanti diharapkan akan memberikan sebuah testimonial positif kepada mayarakat umum guna mendukung percepatan perkembangan Perbankan Syariah menuju arah yang lebih baik lagi dari saat ini.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar