Jumat, 27 April 2012

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012


Pada tanggal 26 April 2012, kajian kali ini bertajuk APBN-P yang beberapa minggu lalu sempat memanas karena kabar akan dinaikkannya harga BBM bersubsidi. Progres STEI Tazkia membuat bahasan kali ini menjadi diskusi segar, dengan pembicara Imam Haroki yang merupakan ketua LDK Al Iqtishod STEI Tazkia. Setelah dilontarkan wacana oleh pembicara, baru saja 2 bulan APBN ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2012 disahkan, pemerintah sudah mengajukan APBN-P 2012 (Anggran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN P) 2012). Kemudian, dengan fakta harga minyak dunia sedang melambung, maka pemerintah akan membebankan APBNnya. Maka itu, pemerintah membuat wacana akan menaikkan harga BBM bersubsidi.


Mulai bermunculan argument, baik dari segi pemerintah ataupun dari rakyat. Ada yang pro dan kontra. Dilontarkan oleh penonton bawa, pemerintah boleh menaikkan BBM asal pemerintah punya opsi infrastruktur untuk rakyat. Jadi, meningkatkan infrastruktur untuk rakyat. Karena pada dampaknya, akan terjadi pengurangan jumlah kendaraan bermotor yang beredar, maka itu ketika masyarakat telah sadar akan hal itu, infrastruktur telah siap. Pembangunan daerah yang tidak juga merata merupakan salah satu sebab terhambatnya kemajuan suatu negara. Pemerintah dapat melakukan kebijakan, unsure politik di sini sangat berpengaruh. Mengurangi kendaraan bermotor yang berbahan bakar bensin menjadi berbahan bakar gas, karena melihat fakta bahwa 40% cadangan gas dunia berada di Indonesia. Salah satu kesulitannya adalah ketika BBM dikonversi kepada BBG, kendaraan bermotor cepat rusak tetapi polusi memang berkurang.
Pada sisi yang lainnya beranggapan, bahwa BBM harus naik, karena pembatasan dari konsumsi BBM itu sendiri. Sekitar 70% pengguna motor adalah menengah ke bawah. Dengan begitu, akan menaikkan daya saing antar penyedia SPBU. Jika ingin membangun infrastruktur minyak, Indonesia belum mampu walaupun sebenarnya Indonesia memiliki surplus 90 Triliun, tetapi uang itu dipakai untuk membayar broker dalam pengeboran minyak. Jika tidak, maka akan semakin membengkak utang dan kembailah ke dalam orde lama.

Sebagai masyarakaat, tentunya isu akan kenaikan BBM akan membuat telinga gerah. Sebaiknya dana BLT yg 300rb sebaiknya dianggarkan untuk membangun perusahaan yang dibuat oleh pemerintah. Sebenarnya masyarakat di level bawah mendapat 18rb/hari. Sebaiknya uang itu dibuat untuk mengurangi pengangguran. Justru dengan naiknya BBM, BLT dapat naik lebih tinggi, meningkatkan Dana  PMPM dan ekonomi kreatif.

Apapun itu, kalau  sudah berhubungan dengan Negara, harus ada angka indicator.
1.      Inflasi à IHK = 4.6%
2.      NA à PDB = 6.5%

Posisi GDP kita di urutan 118 menurut Bank Dunia. Termasuk 5 besar BRICI = peringkat pertumbuhan 5 besar dunia. Brazil, Rusia, India, Cina, dan Indonesia. Jika GDP kecil, tingkat daya beli masyarakat qta rendah. Itu berarti rakyat miskin. Jika BBM naik, apakah pilihan yg tepat? Subsidi utuk BBM dialihkan ke Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).
Neolib              : Dengan diberikannya uang subsidi kepada BLSM, maka rakyat merasa ada jaminan sebesar 150ribu per bulan sehingga rakyat tidak merasa perlu bekerja keras.
Heterodoks      : uang dipergunakan untuk membangun infrastruktur, membangun fasilitas umum.  Orang yang sehat tentunya akan dapat bekerja dengan baik sehingga Negara pun akan mendapat penghasilan.

Pemerintah tentunya telah berpikir bagaimana sebaiknya. Naik atau tidak naik akan berdampak besar khusunya pada masyarakat kecil. Lebih ditingkatkan lagi dalam pengawasan APBN, tidak boleh ada kebocoran yg berbentuk korupsi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar