Rabu, 25 Desember 2013

SHARIA ECONOMIST TRAINING 2013


Bogor, 20-22 Desember 2013. KSEI Progres mengirimkan wakilnya dalam kegiatan Sharia Economist Training (SET) 2013 di Universitas Ibn Khaldun, Bogor. Kegiatan ini adalah suatu bentuk dari program kerja kaderisasi FoSSEI Jabodetabek yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tujuannya adalah untuk memperluas jaringan serta untuk mencetak kepribadian para generasi Ekonom Robbani agar lebih siap terjun ke masyarakat luas demi menyebarkan dakwah Ekonomi Islam.

Pada kesempatan kali ini KSEI Progres diwakili oleh 11 perwakilan, diantaranya: Sudrajat Wibisono, Jabbar Sambudi, Muhammad Fajrin, Muzfar Khalis, Andi Sonjaya, Haikal Firdaus, Taufik Humamy, Rangga Ibrahim, Rentika Noveliant, Zahara Kamalia, dan Azizah.


Secara umum, acara Sharia Economist Training dibagi menjadi 2 bagian, acara sebelum SET dan acara ketika berlangsungnya SET pada tanggal 20 – 22 Desember 2013.
Tasqif Sharia Economist Training (SET)
            Acara Pra – SET ini diadakan pada hari Ahad pada tanggal 8 Januari 2013 di Universitas Trilogi. Pada acara ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dengan mencampur antar KSEI se-Jabodetabek. Adapun tujuan pencampuran ini agar ukhuwah antar peserta semakin erat. Selain kelompok dibentuk, kelompok antar Komsat juga dibentuk dengan masing-masing Komsat diberi tugas oleh FoSSEI Jabodetabek.
            Secara umum tugas ini dibagi menjadi dua bagian; pertama, tugas untuk memulai wirausaha dengan dana qordhul hasan, dan kedua, tugas untuk sosialisasi ekonomi syariah ke masyarakat.Para utusan KSEI Progres pun berkolaborasi dengan KSEI Scied Uika dalam menjalankan kedua tugas tersebut.
            Dalam menjalankan dana qordhul hasan tersebut para peserta Komsat Bogor mengalokasikan dana tersebut ke dalam salah satu produksi makanan. Para peserta memilih memproduksi mochi sebagai komoditi utama, namun produk tersebut dimodifikasi dengan tambahan coklat dan messes dan dinamakan dengan produk “Mochi Kari” yang mempunyai singkatan Mochi Karya Sendiri.Sedangkan tempat sosialisasi diadakan di  salah satu desa di Bogor di Mushola al-Mukminuun dengan audience para ibu-ibu rumah tangga. Hal ini dikarenakan ibu-ibu lah yang langsung berinteraksi dengan riba dan segala bentuknya.

Sharia Economist Training
1.      Hari Pertama (20 Desember 2013)
Pada hari pertama ini memiliki beberapa agenda:
a.       Kuliah Umum Sesi I, pada sesi I diisi oleh Bp. Muluyanto tentang “BTN Syariah”. Beliau menjelaskan bahwa BTN Syariah merupakan salah satu perbankan syariah yang mempunyai wewenang dalam mengembangkan proprerti nasional yang pro kepada rakyat kecil. Peserta dari KSEI Progres pun cukup aktif dan berpartisipasi dalam agenda ini. Jabbar sebagai salah satu peserta dari KSEI Progres menyampaikan pertanyaannya yang berkaitan dengan BTN Syariah.
b.      Kuliah Umum sesi II, dan dalam sesi ini dibawakan oleh Bp. Hendri Tandjung, P.hd tentang “Perkembangan Mikro Makro”. Beliau menjelaskan tentang bahaya riba terhadap permintaan barang dan uang. Jika riba dibiarkan terhadap permintaan barang riil dan moneter maka ketimpangan akan terjadi. Namun jika sistem riba dengan interest rate itu dirubah menjadi margin bagi hasil, maka permintaan pada sektor riil dan moneter akan tetap terjaga. Dan sektor riil akan selalu menarik sektor moneter, dan bukan sebaliknya. Pada sesi ini, para peserta dari KSEI Progres juga cukup aktif dengan bertanyanya Sudrajat Wibisono kepada pembicara.
c.       Kuliah umum sesi III, sesi ini diadakan pada sore hari setelah sholat ashar. Materi pada sesi ini tentang “Pasar Modal Syariah” oleh Bp. Irwan Abdallah dari Bursas Efek Indonesia. Beliau menjelaskan tentang akad-akad yang ada di pasar saham syariah. Bai’ Musawamah sebagai dasar dari transaksi ini. Beliau juga menjelaskan bahwa terdapat 14 fatwa DSN-MUI tentang pasar modal syariah.
d.      Kuliah umum sesi IV, pada sesi ini tentang “Politik Ekonomi” yang dibawakan oleh Bp. Hendri Wibowo dari STEI SEBI. Beliau menjelaskan tentang permasalah ekonomi yang dihadapi oleh Indonesia, dari naiknya interest rate hingga pengangguran dan ketimpangan sosial Indonesia.pada kesempatan ini, Jabbar Sambudi dari KSEI Progres juga aktif memberikan statement dan pertanyaan yang menunjukkan keaktifan dalam acara tersebut. Acara ini dimulai setelah sholat isya’ hingga malam.
2.      Hari Kedua (21 Desember 2013)
Sedangkan agenda pada hari kedua ini lebih tentang presentasi dari para peserta SET di seluruh KSEI Jabodetabek.
a.       Presentasi tentang Sosialisasi Ekonomi Islam, dari Komsat Bogor sebagai presentator adalah saudara Sudrajat Wibisono dari KSEI Progres yang telah dilakukan sebelumnya.
b.      Presntasi tentang Essai terbaik, dari 6 essay terbaik, Ahmad Fajrin Shodiq dari KSEI Progres juga menempati satu kursi di final. Beliau membawakan sebuah essay yang berjudul, “Tenggelam dan Terbitnya Ekonomi Islam berada pada Tangan Pemudanya.”
c.       Presentasi tentang hasil wirausaha dengan dana qardul hasan. Dari Komsat Bogor, maju sebagai presentator adalah saudar Jabbar Sambudi dari KSEI Progres. Beliau menjelaskan tentang produk “Mochi Kari” yang telah dipasarkan sebelumnya.
d.      Sedangkan pada malam harinya terdapat acara diskusi seperti konsep “ILC” dengan judul “Sharia Complience Vs Market Share” yang dibawakan oleh Presnas FoSSEI 1 ka Reza Muhammad. Pada kesempatan ini, acara berjalan sangat meriah dan seru. Jabbar Sambudi dari KSEI Progres aktif dalam memberikan beberapa pendapat.
e.       Sedangkan pada dini hari diadakan renungan malam yang bertujuan untuk mengetahui kedalaman keilmuan peserta SET dan tentang ke FoSSEI an.

3.      Hari ketiga (22 Desember 2013)
Dan pada hari terakhir ini merupakan penutupan SET beserta diadakan dengan Outbond.
a.       Outbond, acara ini bertujuan untuk menanamkan kebersamaan dan dasar-dasar organisasi. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, dan di akhir outond diadakan simulasi kampanye.
b.      Penutupan SET. Dalam acara ini, diadakan pemilihan ketua alumni SET 13. Dari KSEI Progres muncul beberapa nama untuk menjadi calon ketua alumni SET 13. Diantaranya saudara Sudrajat Wibisono dan Jabbar Sambudi sebagai calon ketua ikhwan dan saudari Zahara Dina Kamalia sebagai calon ketua akhwat. Dan pada akhirnya terpilihlah saudara Sudrajat Wibisono sebagai ketua ikhwan SET 13. Dengan terpilihnya Sudrajat Wibisono menjadi ketua Alumni SET kali ini menambah daftar ketua alumni SET dari KSEI Progres yang sebelumnya terpilih Husnul Khotimah (SET 12) dan Rikza Adhia Nada Rezki (SET 11).
 Di dalam penutupan ini, selain pemilihan ketua SET, juga diumumkan Essay terbaik, wirausaha, sosialisasi, dan peserta terbaik. KSEI Progres memunculkan beberapa nama dari beberapa kategori tersebut. Ahmad Fajrin Shodiq meraih juara III essay SET dan Jabbar Sambudi sebagai peserta ikhwan terbaik SET 13.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar