Kamis, 23 Januari 2014

History of progres



Progres (Pelopor Gerakan Ekonomi Syariah) adalah sebuah KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) yang berada dibawah naungan FoSSEI (Forum Studi Ekonomi Islam). FoSSEI sendiri adalah sebuah organisasi yang mewadahi seluruh KSEI yang ada di Indonesia untuk membumikan Ekonomi Islam dimanapun berada. Fossei sering melaksakan beberapa kegiatan yang hanya boleh diikuti oleh KSEI yang sudah terdaftar di dalam Fossei itu sendiri, misalnya seperti TEMILNAS (Temu Ilmiah Nasional), TEMILREG (Temu Ilmiah Regional), SET (Sharia Economic Training) dan lain-lainnya, oleh karena itu acara dan lomba-lomba tersebut hanya boleh diikuti oleh pengurus ataupun anggota dari KSEI tersebut.
KSEI Progres mempunyai sebuah jargon yang sering di dengung-dengungkan ketika kajian, rapat ataupun ketika keluar kampus, jargonnya adalah ketika di bilang PROGRES__ maka harus di jawab CERIA__. ceria disini mempunyai arti yang luas dimana CERIA tersebut adalah kepanjangan dari (Creativity, Enthusiasm, Responsibility, Integrity, Achievment), oleh sebab itu pengurus dan anggota Progress harus memenuhi karakteristik CERIA tersebut.
Pada tahun 2000 berdirilah kampus STEI Tazkia yang di dalamnya terdapat 3 jurusan yaitu Ekonmi Islam, Akuntansi Islam dan Manajemen Islam. Dan tentunya belum ada yang namanya organisasi. Sehingga terbentuklah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang dimana karena system pembelajaran di Tazkia membedakan tempat antara ikhwan dan akhwat akhirnya BEM disini di bagi dua yaitu BEM Ikhwan dan BEM Akhwat.
Tazkia bergerak dibidang ekonomi Islam maka dibutuhkanlah wadah dimana semua mahasiswa bisa belajar tentang Ekonomi Islam. Hal ini tentunya sangat dibutuhkan oleh mahasiswa baru yang mempunyai latar belakang pendidikan bermacam-macam. Atas inisiasi mahasiswa STEI Tazkia angkatan pertama dan kedua, pada tanggal 23 Januari 2004 lahirlah KSEI Progres..
Pada awal terbentuknya,  Progres Tazkia dan Sebi melakukan kerjasama untuk melakukan kajian dalam membumikan ekonomi Islam. Akan tetapi karena ada suatu hal sehingga KSEI Sebi dan KSEI Tazkia dipisah untuk masing-masing kampus. Tazkia membentuk KSEI PROGRES dan Sebi membentuk KSEI ISEF.
Yang menjadi ketua Progres pertama saat itu adalah Ka Miftahussurur namun digantikan oleh kak Jebel Firdaus karena kak Miftahussurur dipilih menjadi Prenas Fossei pada saat itu. Pada saat itu ada pertandingan Olimpiade ekonomi Islam dan tim dari Tazkia mengirim 2 tim yaitu 1 tim ikhwan dan 1 tim akhwat. Kedua tim tersebut masuk final dimana difinal bertemu UI dan yang mendapat juara 1 adalah tim dari akhwat Tazkia sedangkan tim ikhwan Tazkia mendapatkan juara 3 sungguh terasa sangat senang dan bangga karena delegasi progres tersebut mampu memberikan yang terbaik, yang dimana saat itu disaksikan langsung oleh pak Syafii Antonio. Sebenarnya ada seorang mahasisiwi yang membuat progress sampai dikagumi diluar kampus saat itu yaitu Anita Priantina terangnya dimana beliau sering memenangkan lomba dimana-mana.
Setelah kepemimpinan beliau kemudian digantikan oleh Ismail yang merupakan angkatan dua, saat itu yang mau menjadi pengurus Progres sudah mulai ada akan tetapi sangat sedikit, begitu juga dengan kajiannya, yang datang hanyalah beberapa orang dan juga dana yang sangat minim yang diberikan manajemen saat itu akan tetapi tidak menyurutkan semangat pengurus saat itu, untuk terus melangkah kedepan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Ketua KSEI Progres ketiga adalah Muhamad Hafidz yang sekarang berprofesi sebagai Dosen disalah satu universitas di Bengkulu, pada saat kepemimpinan beliau delegasi dari Progres menjuarai beberapa pertandingan di tingkat Jabodetabek seperti seperti di Perbanas, Gunadarma selalu mendapatkan juara 1 ada juga lomba-lomba antar KSEI di bogor itupun selalu menang walaupun tidak ada hadiah Karena tujuannya memang untuk silaturahim dan menambah kekeluargaan sesama KSEI.
Prestasi-prestasi tersebut didapat bukan berarti tidak ada halangan dan rintangan, yang menjadi halangan saat itu adalah masalah dana yang sangat sedikit bahkan untuk mengirim perwakilan untuk TEMILNAS saja dikasih dana hanya untuk satu orang saja, dan hal ini tidak memungkinkan karena didalam satu tim harus terdiri dari tiga orang, oleh sebab itu masing-masing pengurus patungan untuk biaya berangkat dan pulang delegasi tersebut. Bahkan saat itu Muhammad Hafiz menggunakan uang sendiri untuk menghadiri acara temilnas tahun itu. Waktu itu dari pihak Manajemen bukannya tidak mendukung kegiatan mahasiswa akan tetapi saat itu jumlah mahasiswa di Tazkia sangat sedikit jadi dana untuk kemahasiswaan pun sedikit, oleh sebab itu manajemen tidak bisa memberikan bantuan banyak untuk kegiatan mahasiswa.
Muhammad Hafidz kemudian digantikan oleh M. Risky Yuwono dengan wakil Ahmad farabi yang kemudian melanjutkan pendidikan di IIUM, intinya pada saat kepengurusan beliau tersebut adalah pertama kali diadakannya perombakan dan penerbitan organisasi secara besar-besaran, semua program yang sudah ada misalnya seperti kajian dirapikan dan dibuat format baru tapi sebagian besar pengurus waktu itu membuat program baru yang belum pernah ada sebelumnya akan tetapi karena baru pertama kali jadi cenderung tidak sesuai dengan konsep misalnya seperti LBT (leadership basic training), itu tercetus dari kepengurusan M. Risky Yuwono akan tetapi seperti yang sudah dibilang diatas bahwa karena baru pertama kali jadi belum sesuai seperti apa yang sebelumnya telah dikonsepkan.
Walaupun belum sesuai dengan konsep akan tetapi beliau sangat senang karena beberapa Ide dari kepengurusan beliau masih diterapkan sampai saat ini, Ahmad Farabi berkata walaupun kami tidak bisa memetik buahnya at least kami bisa menanam benihnya. Sebenarnya sih inti dari semua kepengurusan M. Risky Yuwono dan Ahmad Farabi tersebut adalah “Tertib Administrasi” oleh sebab itu smua hal ditulis secara rapi, mulai dari rancangan program kerja , schedulenya, sampai dengan Standard Operational Procedure (SOP).Ahmad Farabi sangat berharap supaya ada forum Alumni pengurus Progres secara Resmi untuk berdiskusi tentang Progres kedepannya biar lebih baik dari masa kemasa dan itu bisa buat Channel bagi pengurus-pengurus selanjutnya karena akan mudah untuk mencari dana ke Perusahaan-perusahaan milik alumni ataupun perusahaan tempat alumni bekerja sehingga kalau mencari dana menjadi lebih mudah dan program kerjapun berjalan lancar.
Setelah M. Risky Yuwono kemudian yang menjadi ketua Progres adalah Mahbubi Ali beliau saat itu adalah mahasiswa jurusan manajemen keuangan dan kemudian yang menjadi wakilnya adalah Nasheer akbar, Mahbubi Ali bekerja dan menetap di Malaysia sedangkan Nasheer Akbar adalah penulis buku Tafsir ekonomi Islam. Pada masa kepemimpinan Mahbubi Ali Progres mendapatkan juara umum dalam rangka Temu Ilmiah Nasional di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta dimana disana mendapatkan juara 2 dan 3 untuk olimpiadenya dan juara 2 untuk LKTEI. Pada masa beliau Progres semakin maju lagi dan beliau juga melanjutkan program-program yang sebelumnya dibikin oleh M. Risky Yuwono dan Ahmad Farabi.
Setelah Mahbubi Ali kemudian kepemimpinan Progres dipegang oleh Abdul wahid Al-faidzin yang akrab disapa kang Wahid dan Faqih ramdhan sebagai wakilnya, kak Wahid yang dikenal sebagai seorang yang ahli dalam kitab kuning kemudian membuat proker yang sekarang dikenal dengan Pojok Fiqih dimana disini mengkaji ekonomi akan tetapi melalui kitab kuning, dan beliau sangat berharap Proker tersebut bisa berjalan lancar walaupun beliau sudah tidak ada di progress karena kita adalah seorang ekonom Syariah maka kita harus mengetahui ekonomi yang sebenarnya itu seperti apa. pada masa beliau banyak prestasi-prestasi yang diraih termasuk menjadi juara pada LKTEI di TEMILNAS yang saat itu diselenggarakan di BALI. Beliau sampai saat ini masih sangat cinta dan saying sama Progres terbukti pada saatr Progres mengadakan Study banding ke Malang yang saat itu disempatkan bersilaturahim kerumah beliau dan kemudian beliau sangat membuka lebar-lebar pintu beliau untuk para mujahid ekonomi tersebut. Itu adalah salah satu bentuk kecintaan beliau terhadap Progres.
Setelah Abdul Wahid kemudian Progres dipegang oleh Hilman Fauzi Nugraha yang sebelumnya adalah ketua Divisi Kastrat (kajian Strategis), dan wakil beliau adlah Putra Satria yang sebelum menjadi wakil beliau adalah ketua Divisi pers dan publikasi. Hilman dan  Putra sangat mensuport semua kegiatan yang dilakukan oleh Progres. Walaupun beliau sudah tidak menjabat lagi akan tetapi selalu aktif memberikan masukan dan selalu meramaikan acara yang diselelenggarakan karena beliau ingin kegiatan-kegiatan progress itu berjalan lancar dan mendapatkan prestasi tentunya terbukti dengan beberapa kegiatan Progres beliau selalu hadir begitu juga dengan pembinaan untuk Temilnas Hilman Fauzi beberapa kali masuk untuk memberikan materi ataupun semangat walaupun sebenarnya beliau sangat sibuk akan tetapi selalu disempatkan untuk menyambangi organisasi dimana dulu tempat beliau bernaung.
Pada masa beliau kader-kader progres banyak yang terpilih sebagai pengurus Fossei, dengan gaya Hilman dan Putra Satria yang humoris membuat Progres semakin berwarna akan tetapi dengan begitu beliau tidak mau proker-proker beliau ada yang tidak jalan sehingga selalu diinstruksikan kepada para anggota beliau untuk menyelesaikan Proker yang belum berjalan, dimasa beliau banyak prestasi yang didapatkan baik di Jabodetabek maupun di nasional dan di TEMILREG berhasil menjadi juara umum dan di TEMILNAS mendapatkan juara 1 untuk LKTEI. Dan dimasa kepengurusan beliaulah terbentuknya Facebook, Blog, Twitter yang saat itu Divisi Pers dan Publikasi dipegang oleh Ahmad Nashruddin yang biasa di sapa dengan sebutan kak Boy.
Setelah Hilman Fauzi Nugraha kemudian dilanjutkan oleh Fiqih afriadi dan wakil beliau adalah Sandi sandia, pada kepengurusan beliau ditetapkan bahwa masa amanah di organisasi itu adalah 1,5 tahun lebih 1/2 tahun dari masa-masa sebelumnya itu adalah ketentuan dari dewan syuro dan manajemen sehingga pada akhir tahun 2011. Disini terbentuklah sebuah event organizerd yang akan membawahi semua event yang di luar proker yang diberinama NEON (Nabawi Event Organizerd) dari NEONlah  beliau terpaksa mengundurkan diri dari jabatan beliau bukan karena tidak mau bertanggung jawab akan tetapi pada semester atas tentunya harus menyelesaikan sekripsi dan membutuhkan waktu yang banyak untuk itu apalagi beliau sudah menikah tentunya waktu yang beliau menjadi lebih sempit, yang kemudian posisi beliau digantikan oleh saudara Reza Muhammad dan Alfian irwan adiguna. Sehingga pada awal-awal tahun 2012 semua angkatan 08 tidak lagi menjadi pengurus Progres dan digantikan oleh pengurus angkatan 09 yang aktif di kepengurusan saat itu. Setelah Reza Muhammad digantikan oleh Bastian, hingga akhirnya sekarang digantikan oleh Ahmad Mukhlissuddin sebagai ketua Progress.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar