Rabu, 01 Januari 2014

Seruput dari secangkir kopi ( buah diskusi unutuk kemajuan indonesia )



Mungkin pada malam ini semua orang pada sibuk untuk menikmati malam pergantian tahun..
padahal ada yg terlupakan oleh merek. apa yg akan terjadi di tahun 2014 ini. allah a'lamu bidzalik ! tulisan ini merupakan buah hasil dari diskusi bersama para sahabat tercinta terkait apa yang akan terjadi dengan negara tercinta dan barangkali tulisan ini kurang berdasar namun perlu kiranya untuk di perhitungkan sebagai bahan renungan kita untuk kemajuan ibu pertiwi  karena ditangan kalian kemajuan bangsa ! selamat menikmati .

Konspirasi Global, Politik Aliran, Demokrasi dan Pilpres 2014.


kita bahas tentang konspirasi global, politik aliran, demokrasi dan pilpres 2014. Kita bahas tentang demokrasi (semu) di Indonesia. Kenapa dianggap semu ? Karena tidak menyentuh hakikat tujuan demokrasi itu sendiri  Akibat demokrasi semu, demokrasi di indonesia menjadi sangat mahal dan menyebabkan maraknya korupsi. apalagi lemahnya penegakkan hukum Mengenai hal itu kita bahas disini : Demokrasi = Akar Korupsi      

Kesimpulan : Demokrasi dan masyarakat madani yang kita inginkan, hanya dapat terwujud dgn berfungsinya penegakkan hokum Tanpa penegakkan hukum yang keras, tegas, adil dan profesional, demokrasi pasti berubah menjadi oligarkhi : Indonesia dikuasai segintir orang .Demokrasi yang ideal untuk Indonesia sebenarnya sudah dirumuskan oleh the founding fahters kita melalui Demokrasi Pancasila, sila ke – 4. Sayang, Pancasila kini sudah 'mati', tergilas paham barat yg masuk bagai tsunami informasi melalui kebebasan informasi & konspirasi global. Jangankan Pancasila, nilai2 agama pun utamanya Islam semakin terpinggirkan. Kebebasan era reformasi ini kebablasan. RI menuju sekuler
Konspirasi global menghancurkan indonesia melalui berbagai cara diantaranya : kebebasan informasi, pengendalian ekonomi RI & agen2 lokal terutama terkait dgn UU Penyiaran yg sangat longgar dan pemandulan KPI. KPI sebagai pengawas materi siaran publik (TV, Majalah, Koran, Media OL dst) tidak punya kewenangan memadai dalam pemberian sanksi.  Akibatnya KPK sering 'dikacangi', dicuekin, diabaikan. Media2 besar hanya memandang KPI dengan sebelah mata.KPI tidak bergigi.Ompong.

KPI berusaha tingkat perannya melalui usulan RUU Penyiaran. Apa yg terjadi ? Bank Dunia selaku penasihat resmi pemerintah : menolak !
'Penolakan' itu dilakukan dgn memberikan DIM (daftar inventaris masalah) sebanyak 1200 DIM ! Baru kali ini ada RUU DIM-nya begitu banyak. Penguasaan/pengendalian materi dan kualitas informasi publik (siaran) adalah hal utama &sangat Strategis utk menguasai suatu bangsa Jika ingin tahu bgmn Indonesia mau disekulerkan, nilai2 agama (islam) mau dihancurkan, ekonomi RI dikuasai, silahkan  klik @kospirasiglobal. Salah satu ciri atau tanda2 nilai2 agama (islam) sudah dan terus dihancurkan konspirasi global adalah dgn mengejek2 simbol2 agama (islam) Contoh nyata usaha itu adalah saat terjadinya kasus korupsi presiden partai politik islam yang sengaja dikait2kan dgn Islam dan simbol2 Islam

Melalui agen2 mereka seperti fulan "F" (agen ASIS mantan Napi 20 thn di LP barramah Australia yg direkrut jadi agen utk hancurkan Partai politik islam) Pada kasus itu, mereka mau menggiring opini bahwa Islam itu identik dengan : Poligami, seks bebas, doyan kawin, hedonisme, korupsi dst
Tujuannya untuk menimbulkan rasa malu umat Islam Indonesia sebagai muslim. Malu mengaku beragama Islam. Menghilangkan kebanggaan jati diri. Isu terorisme digunakan untuk menggiring opini bahwa Islam itu teroris, islam itu agama pembenci, agama yg tdk toleran, agama intoleran
Perhatikanlah meteri dan kualitas siaran2 TV dan media lain. Perhatikan sinetron2 TV kita, apa yang ada disana ? Materi siarannya merusak akidah, mengikis kebanggaan jati diri umat Islam Indonesia : hedonis narsis, individualis materialis pragamatis

Sinetron2 kita isinya sbgn besar sampah. Anak2 diajarkan durhaka sama orang tua, pacaran usia muda, hamil sebelum nikah, seks bebas dll. Siaran2 berkualitas sampah itu tiap detik 'menyerang' otak rakyat bangsa kita sampai ke ruang tamu, ruang tidur, dapur dst melalui TV . Lihatlah betapa cepatnya pergeseran nilai2 di masyarakat kita. Contoh : 10 tahun lalu, orang malu menjadi waria, bencong, banci. Sekarang ?
Sekarang banci atau kebanci2an malah jadi trend dan gaya. Di tayangan TV, banci mendapat peran terhormat. Jadi bintang utama. Masya Allah Di Mal, plaza, tempat2 keramaian pasti ada saja banci atau org yg bergaya kebanci2an sedang beraksi. Tidak nunggu tengah malam kayak dulu.

Seks bebas, lesbian, gay, dan penyimpangan seksual lainnya diberikan ruang dan tempat seluas2nya. Ada apakah ini ? Mana nilai2 agama?! Saat ini ada upaya untuk mencuci otak dan indoktrinasi rakyat Indonesia agar menjadi malu menjadi seorang yg agamis. Jangankan di TV, Koran atau media2 mainstream, di socmed saja, ketika kita bicara nilai2 agama, ada saja yg nuduh : SARA, RASIS, dst
Contoh : ketika kita berbicara janji2 Allah di Alquran. pasti banyak yang menuduh kita : PROVOKASI ! Rasis ! Masya Allah... Padahal janji2 Allah yg dituliskan sesuai dgn apa yang tercantum di Al Quran. Apakah Allah provokator? Apakah Allah rasis ? Kenapa nilai2 atau simbol2 Islam yang diserang? Yang ingin dihancurkan ? Kenapa urgent mengikis kebanggaan umat tampil sbg muslim ? Karena 1) Islam mayoritas di Indonesia 2) RI negara berpenduduk Islam terbesar di dunia 3) Islam itu benteng NKRI 4) Islam = musuh

Setelah runtuhnya kekuasaaan komunis di Soviet, ahli2 politik dunia prediksi musuh barat (dunia) setelah komunisme hancur adalah Islam. Terlepas siapa yang jadi OTAK pemyerangan WTC 11/9/01, peristiwa itu memberikan legitimasi terhadap prediksi ilmuan2 politik tadi Islam kini distigmakan melalui berbagai cara sebagai agama kekerasan. Jauh dari karakter agama Islam yang sebenarnya : lembut dan toleran. Indonesia yg berpenduduk Islam terbesar di dunia dianggap sebagai ancaman global. Itu sebabnya Islam menjadi salah satu target utama KG tadi. Masyarakat Islam di Indonesia memang berbeda dgn di negara2 lain. Ada ciri khasnya terutama dalam mengadopsi nilai2 budaya (kearifan lokal)

Meski Islam di Indonesia sangat toleran, karakter ini mau diubah menjadi permisif, apatis dan sekuler. Tsunami informasi itu sebagai alatnya Kebesaran Islam di Indonesia dan Kebanggaan umatnya sedang dihancurkan degang cara yang luara biasa masif namun halus dan sistematis
Politik aliran yang non Islam santri khususnya islam abangan dan sejenisnya didorong berkembang pesat oleh mereka. Terkait upaya penghancuran kebanggaan umat dan kebesaran Islam di Indonesia itulah, kami tidak setuju degang larangan pawai takbir di Jakarta Menurut kami, pawai takbir itu adalah tradisi yang menggambarkan kemeriahan, kebesaran dan kebangaan umat Islam menyambut Iebaran Seharusnya Gubernur Jakarta menata pelaksanaan pawai takbir degang baik, bukan melarang dan menghimbau tidak usah dilaksanakan. Keliru. Efek negatif pawai takbir silahkan dihilangkan, itu sudah tugas dan kewajiban pemerintah dan aparat keamanan. Jangan tradisinya yang dilarang.


Penghancuran nilai2, simbol2, kebesaran dan kebanggaan jatidiri keislaman itu, juga masif dilakukan oleh pihak2 tertentu di Indonesia. Tujuan jangka pendek kelompok2 tersebut adalah pemilu dan pilpres 2014. Jangka panjang : sama dengan KG, sekulerisasi Indonesia Sosmed jg dijadikan sarana yang efektif oleh mereka dalam menghancurkan nilai2 islam dan kebanggaan berjatidiri Islam. Diolok2, dihina2
Salah satu strategi mereka adalah membentu opini sesat. Jika umat islam membela Islam maka rame2 mereka tuding : SARA, RASIS, PROVOKATOR . Jadi mereka ingin agar Islam terpinggirkan. Kenapa? Karena seperti yang kami sampaikan tadi bahwa Islam itu adalah BENTENG Indonesia

Melalui  tulisan ini (karena media 80% sdh kuasai mereka), kami mengingatkan akan bahaya penghancuran nilai2 dan simbol2 islam ini Nah, sekian bagian 1 : KG dan kelompok tertentu di Indonesia yg ingin pinggirkan Islam, sekulerisasi Indonesia. Terima kasih. MERDEKA !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar